Kamis, 25 Oktober 2012

Jiwa yang bersama Alloh....

Jiwa yang hidup selalu tawaduk & sopan kepada siapapun.
Jiwa yang hidup selalu kasih sayang kepada semua makhluk.
Jiwa yang hidup selalu ucapannya membawa hikmah.
jiwa yang hidup selalu menerima ujian dengan ikhlas.

tapi bagaimana dengan kita?
sudah tawadukkah kita pada orang yang lebih tua
sudah sopankah ucapan kita kepada semua orang tanpa membedakan status sosial ...
dll.
sudahkah kita kasih sayang kepada semua makhluk atau kita mudah membeci dan menyakiti.
sudahkah ucapan kita membawa hikmah atau menjadi sumber fitnah.
sudahkah hati kita ikhlas menerima ujian dari Alloh ataukah justru memprotes ujian itu.

mari kita koreksi dalam kedalam diri kita..
jika masih tidak punya sopan santun maka sadari bahwa hati kita mati

jika kita mudah membenci orang lain walaupun orang itu sering menyakiti kita tapi kita ikut larut dan membenci juga maka sadarilah bahwa hati kita mati.

jika ucapan kita masih kotor, mudah meluapkan amarah, membicarakan keburukan orang lain maka sadarilah bahwa hati kita mati.

jika setiap ujian dari Alloh berupa kemiskinan, di hina dan di fitnah orang lalu kita ngersulo itu juga sadarilah bahwa hati kita mati.

Jiwa yang hidup/bersama Alloh senantiasa memandang apapun semuanya datangnya dari Alloh, pandangan batinnya tidak terhalang makhluk bernama ujian ( miskin, kaya, kuat, lemah, fitnahan, bencana alam dll ). sehingga dia senantiasa qona'ah dan tidak ada protes sedikitpun.

Tapi sebagai hamba tetap berdo'a sebagai makhluk yang lemah, hina dan penuh dosa. bukan berdo'a untuk memerintah Alloh menuruti kemauan kita.

Hamba senantiasa di dalam jiwanya merasa NOL ( tidak mampu apa2, tidak punya apa2, bukan siapa2 ) inilah jiwa seorang hamba yang selalu berada bersama Alloh.

Bangil, 13 oktober 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar